Kamis, 01 Maret 2012

Dasyatnya Dampak Erosi

Dasyatnya Dampak Erosi
 
Kata-kata erosi nampaknya sudah sangat familier dengan telinga kita, bahkan anak-anak SD dan TK pun sudah tahu tentang erosi. Gambaran sungai sangat keruh berwarna coklat gelap dan lahan-lahan miring beralur-alur dan hancur atau rusak karena jejak adanya aliran air membuktikan adanya erosi. Secara sederhana erosi dapat dikatakan proses pindahnya partikel-partikel (bahan-bahan) tanah atau sedimen oleh aliran air, angin atau percikan butir-butir hujan.

Erosi tanah terjadi saat permukaan tanah terbuka, pelindung atau penutup yang biasanya berupa vegetasi atau tanaman, serasah atau sisa-sisa tanaman terganggu dan hilang, baik oleh kegiatan pembersihan, pengolahan tanah, pembakaran dan sebagainya.

Jadi tanah-tanah yang terlindungi yang ditunjukkan oleh adanya penutup (cover) baik vegetatif (hidup) maupun mati (mulsa) sangat mengurangi erosi; sebaliknya tanah yang makin terbuka makin peka terhadap erosi. Tanah-tanah yang banyak bahan organiknya juga akan lebih tahan terhadap proses erosi.

Erosi yang terjadi di alam dapat dikelompokan menjadi dua yaitu 1) erosi geologi dan 2) erosi dipercepat. Erosi geologi adalah erosi yang terjadi secara alami tanpa adanya pengaruh dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan manusia. Erosi ini telah terjadi pada jutaan tahun yang lalu hingga sekarang, akan tetapi berjalan secara lambat sehingga tidak terasa atau berpengaruh secara nyata pada perubahan-perubahan alam atau lingkungan dan menggambarkan kesetimbangan alam. Erosi dipercepat adalah juga proses alam yang terjadinya lebih cepat (dipercepat) oleh ketidaksetimbangan kondisi lingkungan. Erosi ini pada umumnya sangat membahayakan dan berdampak besar baik secara ekonomi, sosial maupun lingkungan. Selain di atas, erosi juga dapat dibedakan menjadi erosi percikan (splash), alur (riil), lembar (sheet), parit (gully), saluran aliran air (stream channel), terowongan (tunnel), pengolahan (tillage). Gambaran atau kenampakan erosi-erosi tersebut adalah beruturu-turu sebagai berikut:


Berdasarkan gambaran di atas, erosi sangat merugikan sehingga harus dicegah atau minimal dikurangi. Sudah barang tentu pemahaman, tindakan, dan pencegahan erosi untuk setiap orang berbeda. Berikut adalah informasi tentang erosi yang mungkin dapat menambah pengetahuan kita tentang dasyatnya dampak erosi, sehingga kita lebih peduli yang akhirnya berbuat untuk mencegah erosi menjadi seminimal mungkin.

Mekanisme erosi sesuai dengan gambar tersebut di atas menunjukkan bahwa erosi diawali dengan proses penghancuran struktur tanah terus diikuti dengan bahan-bahan tanah yang hancur tersebut di bawa aliran air. Kekuatan energi air dalam mengancurkan dan membawanya (erosi) sesuai aliran air dengan energi potensial (E= mgh) dan kinetik (E= mv2).

Dampak dasyatnya erosi dapat ditunjukkan bahwa kehilangan tanah karena erosi dengan ketebalan 0,8 mm dapat menyebabkan kehilangan tanah sebesar 11,2 ton.ha-1. Selanjutnya hilangnya atau pindahnya masa tanah tersebut akan menyebabkan hilangnya atau pindahnya unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman per kg seperti disajikan di bawah. Apa unsur-unsur tersebut saja kerugiannya, ternyata tidak. Yang sering diungkapkan juga kerugian bahan organik tanah yang dikandung dalam tanah tersebut. Pada hal bahan organik tersebut selain berfungsi sangat menguntungkan baik dalam aspek fisik, kimia dan biologi juga merupakan sumber pakan mikroorganisme di dalam tanah.


Unsur Hara
Kisaran Normal
%
Hasil Perhitungan
Persen
Kg.ha-1
Unsur Hara Makro
N
0,02 – 0,50
0,15
16,8
P
0,01 – 0,20
0,04
4,48
K
0,17 – 3,30
1,70
190,4
Unsur Hara Sekunder
Ca
0,07 – 3,60
0,40
44,8
Mg
0,12 – 1,50
0,30
33,6
S
0,01 – 0,20
0,04
4,48
Unsur Hara Mikro

ppm
Kg.ha-1
Fe
0,500 – 5,000
5 000 – 50 000
56 – 560
Mn
0,020 – 1,000
200 – 10 000
2,24 -1120
Zn
0,001 – 0,025
10 – 250
0,112 – 2,8
B
0,001 – 0,015
5 – 150
0,056 – 1,68
Cu
0,0005 – 0,015
5 – 150
0,056 – 1,68
Mo
0,00002 – 0,0005
0,2 – 5
0,00224 – 0,058
Cl
0,001 – 0,1
10 – 1 000
0,112 – 11,2

Berdasarkan gambaran singkat di atas, Nurhalimah, mahasiswa agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jember angkatan 2010, menghitung kerugian hilangnya 3 unsur hara makro (NPK) yang disetarakan dengan harga pupuk anorganik urea, SP36 dan KCL sebesar bermilyar-milyar rupiah. Padahal unsure yang hilang atau dipindahkan tidak 3 uunsur tersebut saja, tetapi banyak. Sangat fantastik, sehingga erosi harus diminimalkan. Perhitungannya tersebut disajikan sebagai berikut.

Bagaimana tindakan kita kalau kita menjadi orang yang sangat dekat atau berinteraksi dengan proses erosi tersebut……? Salah satunya adalah kalau kita berusahatani intensif olah tanah seminimal mungkin dan kembalikan langsung limbah pertanian sebanyak mungkin sebagai mulsa, seperti yang disajikan dalam gambar berikut.

Gambar berikut menunjukkan bahwa tanah yang tidak terlindungi (terbuka dan baru diolah) sangat peka terhadap erosi, sebaliknya tanah yang tertutup mulsa (jerami) dapat terlindungi dari erosi.
Semoga bermanfaat…..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar