Kamis, 17 Maret 2011

Tanah Bukan Benda Mati Semata


Tanah bukan benda mati semata 

Kalau kita mengambil sedikit saja tanah subur (secara mudah didekati dengan tanah berwarna gelap dan gembur) dan kita bawa ke laboratorium biologi atau mikrobiologi tanah dan dianalisis akan mendapatkan jumlah kehidupan yang menakjubkan (luar biasa), kurang lebih seperti dalam Tabel 1 (di bawah). Data tersebut menunjukkan bahwa dalam  satu gram atau seujung jari, di dalamnya ada sekitar semilyar bakteri. Apa isinya bakteri saja? Tidak. Ada juga sekitar 100 juta aktinomisetes, ada juga fungi, mikroalga, protozoa dan nematode dengan jumlah yang makin sedikit. Bagaimana dengan cacing, yang sudah dikenal banyak masyarakat bahwa salah satu cirri tanah subur adalah adanya cacing. Disini, karena hanya satu gram tentu tidak ada, karena bobot cacing sendiri lebih dari satu gram. Baru jika tanah yang kita ambil lebih banyak yaitu 1 m2, maka akan detemukan cacing sekitar 300 ekor. Luar Biasa.

Apa yang bisa kita ambil dari gambaran tersebut di atas? Tentu, kita tidak boleh semena-mena memperlakukan tanah seperti benda mati semata, karena ternyata didalamnya berlimpah atau luar biasa banyaknya kehidupan. Oleh karena itu, saya mengajak untuk memperlakukan tanah setidaknya seperti kita memperlakukan benda hidup yang ada di dunia ini. Tanah (organism tanah) berhak untuk hidup dan beraktivitas, sehingga mereka butuh untuk bernafas, butuh makan, butuh berkembang biak dan beraktivitas. Bagaimana menurut anda?


Secara sederhana keragaman kehidupan (biodiversitas) di dalam tanah seperti digambarkan pada gambar di atas. Gambar tersebut diunduh dari web. Coba dilihat, ada beraneka ragam kehidupan yang jumlahnya sebagian tergambarkan pada Tabel 1. Apa macam-macam organism tersebut hidup berdiri sendiri? Tidak, akan tetapi membentuk jaring-jaring/rangkaian yang saling berhubungan baik dalam hal makanan sehingga disebut Rantai Makanan. Selain itu jaringan tersebut dalam hal fungsinya. Sebagai contoh, jika ada sampah organik yang kita buang ke tanah, apa hanya bakteri saja yang menghancurkan? Tidak, yaitu bisa dimulai dari serangga atau cacing dan diteruskan oleh organism yang lebih kecil lain hingga bakteri. Demikian juga, apa hanya satu ekor cacing dan bakteri saja yang menghancurkan? Tidak, tapi puluhan, ratusan, ribuan hingga milyaran jumlah organisme tersebut.

Bisa kita bayangkan, jika tidak ada kehidupan di dalam tanah tersebut, maka sampah sudah menutupi dunia kita ini. Kita mungkin sudah tidak punya tempat untuk hidup, karena dimana-mana ada gunungan sampah. Kondisi sampah sedikit atau beberapa hari tidak dikekola di Bandung waktu lalu, sudah menjadi issue nasional yang tidak kita harapkan.

OK, bagaimana? Apa kita tetap memperlakukan tanah hanya sebatas benda mati saja?

Rabu, 16 Februari 2011

Pengalaman Penelitian

Pengalaman penelitian yang telah dilakukan adalah:


Tahun
Judul Penelitian
Ketua/anggota
Tim
Sumber Dana
2002
Evaluasi Kesetimbangan Unsur Hara Dalam Tanah dan Rekomendasi Pemupukan secara Proporsional  pada Tanaman Tembakau dengan Menggunakan Metode Diagnose Recommendation Integrated Sistem (DRIS)
Ketua
Bapeda-Jatim
2002
Karakteristik Fisika-Kimia Tanah Hutan Mangrove Baluran Jawa Timur
Anggota
PSLPT-ADB UNEJ
2002
Uji Unsur Hara pada Sentra Penanaman Kopi Rakyat di Jember melalui Metode Diagnose Recommendation Integrated Sistem (DRIS)
Ketua
Bapeda-Jatim
2003
Perubahan Basa-basa Tanah dan Air Tercuci dari Tanah yang diperlakukan Zeolit  dan diairi Limbah Cair Kaya Basa-basa
Ketua
DP3M-Dikti
2003
Peningkatan Efesiensi Pemupukan Fosfor dan Pertumbuhan Kedelai pada Tanah Masam melalui Pemberian Kombinasi Senyawa Humik dan Mikroba Pelarut Fosfat
Ketua
DP3M-Dikti
2004-2005
Pengembangan Paket Teknologi Kombinasi Senyawa Humik, Mikroba Pelarut fosfat, dan Zeolit untuk Program Intensifikasi Produksi Kedelai pada Tanah Mineral Masam
Ketua
DP3M-Dikti
2007
Pemaduan Bahan Pembenah Tanah Kombinasi Senyawa Humik, Zeolit, dan Pseudomonas putida 27.4B dengan Agen Hayati untuk Mendapatkan Produk Multifungsi Ramah Lingkungan
Ketua
DP3M-Dikti
2007
Produksi Massal Paket Kombinasi Biopestisida Nematoda entomopatogen dan Biofertilizer Mikroba Pelarut Phosphat serta Senyawa Humik Untuk Meningkatkan Produksi dan Kualitas Tanaman Kedelai
Anggota
Ristek-KMNRT
2007
Detoksitas Alumunium (Al) pada Tanah Mineral Masam dengan Senyawa-senyawa Humik
Ketua
Diknas
2009
Bacterial Growth in Modified Nutrient both Supplemented by K-Humate Plus and Indoleacetic Acid
Ketua
Diknas-SUNFix Centre
2009-2010
Optimalisasi produktivitas tanah mineral masam untuk kedelai melalui detoksitas Al dan desorpsi P oleh kombinasi senyawa humik dan bakteri pelarut fosfat
Ketua
Ristek-KMNRT
2009-2010
Pengaruh aktivasi senyawa humik terhadap dinamika pengkelatan Al dan sorpsi-desorpsi P pada tanah mineral masam
Ketua
DP3M-Dikti dan DIPA UNEJ

Pelatihan Profesional



Beberapa pelatihan profesional, khususnya dalam aspek lingkungan dan manajemen mutu, yang pernah diikuti, sehingga dapat dijadikan bekal untuk sebagai narasumber, instruktur pelatihan, pembimbingan implementasi dan sertifikasi adalah:

1.    Pelatihan ISO 17025, Sistem Manajemen Laboratorium di m-Brio Bogor, Jawa Barat (2001);
2.    Pelatihan HACCP, Sistem Keamanan Pangan di m-Brio Bogor, Jawa Barat (2001);
3.    Pelatihan Sistem Pertanian Organik di m-Brio Bogor, Jawa Barat (2003)
4.    Pelatihan ISO 9000 series, Sistem Manajemen Mutu di pe International Indonesia, Jakarta (2003);
5.    Lokakarya Lembaga Sertifikasi Pupuk Organik (KMNRT) di Jakarta 17-18 Desember 2003;
6.    Pelatihan Pengembangan Sistem Audit Pembelajaran (Afektif) 2007; dan
7.   Pelatihan ISO 14000, Sistem Manajemen Lingkungan di pe International Indonesia, Jakarta; 13-23 Desember 2006.

    Berdasarkan pengalaman tersebut dan aktif sebagai anggota MASTAN (masyarakat standardisasi), maka ia memberikan layanan pelatihan (dalam wadah BPM-UJ dan c-Bios) untuk meningkatkan kompetensi SDM sebagai berikut:
1. Konsultasi dan pendampingan penyusunan dokumen sistem mutu, 
2. Konsultasi dan pendampingan pengembangan instrumen audit  implementasi SMM, 
3. Melayani kerjasama pelaksanaan audit dengan pihak eksternal; 
 4. Konsultasi dan pendampingan pembukaan prodi baru; 
5. Konsultasi implementasi Program Hibah Kompetisi; 
6. Konsultasi dan pendampingan penyusunan laporan Evaluasi Diri Instansi baik level      lembaga ataupun sub lembaga;  
7. Konsultasi dan pendampingan penyusunan dokumen akreditasi
    
FASILITAS LAYANAN 
    Kantor BPM menempati Lantai 1 Gedung Mas Soerachman Jl. Kalimantan No. 37 Jember berada di tengah Green Campuss UNEJ yang sejuk, dengan fasilitas: 
1. Ruang Training yang representatif;
2. Akses internet 24 jam; 
3. Menyediakan akses referensi-referensi tentang Penjaminan Mutu; 
4. Aula untuk aktivitas seminar, workshop, dsb. 
    Berikut adalah beberapa fasilitas dan aktivitas pelatihan yang telah diselenggarakan





Karya Ilmiah


Karya Ilmiah yang telah dipublikasikan pada beberapa Jurnal/Proseding sebabai berikut:
  1. Pengaruh konsentrasi besi dalam media tanam pada aktivitas Psoudomonas putida Pf-20 untuk menginduksi ketahanan tembakau terhadap Cucumber Mosaic Virus. Hayati 10(4):130-133. 2003. W.S. Wahyuni, R. Yutriono dan S. Winarso;
  2. Perubahan basa-basa dapat ditukar tanah dan air tercuci pada tanah yang diberi zeolit. Agrijurnal 7: 1-12. Winarso, S.; T.C. Setiawati; A. Mudjiharjati dan B. Sanyoto. 2001;
  3. Uji Tanah: Investasi Usahatani. Agrijurnal. 2004. Winarso, S.;

  4. Viabilitas beberapa bakteri pelarut fosfat dalam media senyawa humik yang diberi Zeolit. Agrin 10(1):34-43. UNSOED. 2006. Winarso, S., T.C. Setiawati dan A. Mudjiharjati;
  5. Efektivitas kombinasi  senyawa humik, bakteri pelarut fosfat, dan zeolit dalam memperbaiki tanah mineral masam. Seminar HITI 2007. Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta. Prosiding: Solusi Miskelola Tanah dan Air untuk Memaksimalkan Kesejahteraan Rakyat. Buku 2. 1175-1185. Winarso, S., E. Handayanto, Shekhfani, and D. Sulistyanto;
  6. Perubahan sifat fisik tanah di pertanaman kopi akibat pemupukan jangka panjang beberapa sumber kompos. Seminar HITI 2007. Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta. Prosiding: Solusi Miskelola Tanah dan Air untuk Memaksimalkan Kesejahteraan Rakyat. Buku 2. 1124-1139. (Anggota)
  7. Pemaduan Pseudomonas putida 27.4B dan Trichorderma sp. dalam media cair senyawa humik yang diberi zeolit untuk mendapatkan produk multifungsi ramah lingkungan. Jurnal Pengendalian Hayati Vol 1. No. 1 (6-12). 2008. ISSN 1979-2190. Winarso, S., E. Handayanto, Shekhfani, and D. Sulistyanto;
  8. Viabilitas nematoda entomopatogen Steinernema spp. dalam media kombinasi senyawa humik. Jurnal Pengendalian Hayati Vol 1. No. 1 (44-49). 2008. ISSN 1979-2190. Wagiyana, D. Sulistyanto, dan S. Winarso;
  9. Pengelolaan lahan untuk meningkatkan diversitas biologi tanah dan jasa lingkungan. Buletin Litbang Dwi Bulanan. Teropong. Edisi 38. 17-22. 2008. ISSN 1412-8829. Winarso, S.;
  10. Pengaruh senyawa humik terhadap aktivitas alumunium dan fosfat Typic Paleudult Kentrong Banten. 2009. Agrivita 31(3):214-222. ISSN: 0126-0537. Winarso, S., E. Handayanto, Shekhfani, and D. Sulistyanto.
  11. Pengaruh kombinasi senyawa humik dan CaCO3 terhadap alumunium dan fosfat Typic Paleudult Kentrong Banten. Jurnal Tanah Tropika Vol 14. No. 2 (89-95). 2009. Winarso, S., E. Handayanto, Shekhfani, and D. Sulistyanto;  
  12. Pengaruh asam-asam organik dan penyangga pH senyawa humik ekstrak kompos jerami padi terhadap perubahan pH dan DHL. Winarso, S., T.C. Setiawati dan A. Mudjiharjati (belum diterbitkan)
  13. Aluminum detoxification by Humic Substance extracted from Compost of Organic Wastes. November 2009 diajukan ke Jurnal Tanah Tropika. Winarso, S., E. Handayanto, Shekhfani, and D. Sulistyanto (masuk dalam nominasi JTT 2009 award dan direncanakan cetak Mei 2011)