Senin, 06 Februari 2012

harapan lulusan Agroteknologi oleh stakeholders


Hasil survei harapan lulusan Agroteknologi oleh stakeholders

Survei dilakukan pada desember 2011, pada stakeholders Kandir PTPN 12 Surabaya; LPP dan Joglo Tani Jogjakarta; dan Lembah Hijau Multifarm Solo

Desain kurikulum PS Agroteknologi yang tidak sangat spesifik seperti yang dilakukan pada PS Tanah, PS Agronomi dan PS IHPT sudah baik dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan perkebunan yang menerapkan pada aneka tanaman (semusim maupun tahunan). Hal ini dibuktikan dengan hasil rekruitmen baru-baru ini banyak diambil dari alumni UNEJ (sekitar 40% ), karena yang alumni perguruan tinggi lain, sangat spesifik keahliannya, sehingga tidak memenuhi kriteria yang dibutuhkan perusahaan.

Budaya lokal dimasukan dalam kurikulum PS Agroteknologi sangat baik dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan perkebunan yang cakupan lokasi kebunnya tersebar di seluruh Indonesia, yang sangat berbeda-beda dalam kebudayaan. Pemberian bekal ini akan meningkatkan daya adaptasi lulusan terhadap lingkungan yang berbeda-beda budayanya.

Hasil evaluasi, keandalan atau kompetensi berdasarkan keahlian atau ketrampilan teknologi lebih penting dibandingkan dengan berdasarkan komoditas. Hal ini disebabkan penguasaan manajemen atau produksi tanaman salah satu jenis tanaman, dapat digunakan untuk tanaman lainnya; kecuali untuk produksi tanaman yang bersifat spesifik, contohnya kopi dan kakao. Manajemen produksi kedua komoditas ini bersifat komplit dan intensif.

Kata alumni PS Ilmu Tanah, PS Agronomi, dan PS Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman merasakan bobot praktikum sangat kurang, sehingga tidak bisa langsung atau cepat beradaptasi di lapangan kerja. Selain itu, berdasarkan kebutuhan aktivitas di bidang perkebunan, kompetensi bidang tanaman perkebunan atau tahunan sangat kurang.

Di lapangan kemampuan manajerial sangat penting, diperlukan banyak pengetahuan yang berasal dari beberapa MK, sehinga mengintegrasikan antar kajian MK-MK sangat penting. Selain itu interaksi atau komunikasi dengan lingkungan juga penting.

Di perkebunan pekerja yang berijasah S1 sering menunjukkan sifat kurang sabar dalam bekerja. Selain itu, kebiasaan relatif bebasnya ekspresi akademik di perguruan tinggi, sering menjadi beban di suatu lingkungan perusahaan, walaupun tidak semua.

Hampir semua stakeholders mengharapkan lulusan yang mempunyai motivasi untuk lebih maju dan cinta pada bidang kerjaan, dalam hal ini pertanian

Selain penguasaan aktivitas lapangan, dalam beberapa perusahaan yang stafnya berhadapan langsung dengan pelanggan, membutuhkan ketrampilan hubungan dengan masyarakat atau publik (PR).

Minggu, 05 Februari 2012

Mari mengenal agroteknologi


Mari mengenal agroteknologi

Secara sederhana Agroteknologi berasal dari 2 kata agro dan teknologi.
Agro berasal dari agronomi yaitu ilmu yang mempelajari gejala (fenomena) dalam hubungannya dengan pertanian atau teori dan praktek dalam pengelolaan tanah dan produksi tanaman.
Teknologi berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya. Dalam perkembangannya sains merupakan sarana pemecahan masalah mendasar dari setiap peradaban. Sudah terbukti bahwa Negara yang sainsnya baik atau kuat sangat maju dalam persaingan global dan akhirnya lebih maju dan berhasil meningkatkan kemakmuran rakyatnya. Hubungannya dengan bahagia bagaimana?  Mungkin ada salah satu pembaca mau berkontribusi dalam hal ini, karena bahagia menurut saya sudah didominasi hubungannya dengan hati. Selanjutnya rekayasa menyangkut hal pengetahuan objektif (tentang ruang, materi, energi) yang diterapkan di bidang perancangan (termasuk mengenai peralatan teknisnya).
Berdasarkan uraian sederhana tersebut di atas maka agroteknologi adalah sains dan perekayasaan dalam pengelolaan tanah dan produksi tanaman untuk mendapatkan perubahan yang lebih maju/baik.

Dengan dibukanya Program Studi (PS) Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jember, maka terjadi perubahan mendasar dalam merancang dan mengimplementasikan kurikulum atau kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Isi kurikulum menjadi sangat berkembang dengan melibatkan ilmu-ilmu tanah, ilmu-ilmu budidaya pertanian, serta ilmu-ilmu hama dan penyakit tanaman dengan porsi kurang lebih hampir sama; sehingga kurikulum menjadi bersifat lebih umum atau general. Dari survei stakeholders sebelumnya, memang kompetensi seperti inilah yang dikehendaki. Implementasi isi kurikulum ini berlangsung hingga semester 5 dan 6, terus dilanjutkan dengan peminatan atau pemilihan minat. Minat yang disediakan sesuai dengan PS yang ada sebelumnya yaitu: Ilmu Tanah, Ilmu Budidaya Pertanian, dan Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman.

Hasil evaluasi kompetensi mahasiswa setelah peminatan di PS Ilmu Tanah selama 2 tahun terakhir (2010 dan 2011), nampak bahwa mahasiswa belum siap atau belum cukup bekal untuk menyelesaikan tugas akhirnya. Hal ini dibuktikan dengan mahasiswa kesulitan untuk mengembangkan kreativitasnya dalam memilih tema atau judul penelitian dalam hubungannya dengan permasalahan ilmu tanah, apalagi pelaksanaannya baik di laboratorium maupun di lapangan. Gejala yang juga nampak terjadi yaitu mahasiswa pandai dalam diskusi (aspek kognitif), akan tetapi sangat kurang dalam isi dan mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan dalam aspek avektif maupun psikomotorik. Walaupun berdasarkan row material mahasiswa saat ini lebih tinggi dibandingkan dengan saat sebelumnya yaitu PS Ilmu Tanah.

Permasalahan dalam mengimplementasikan kurikulum PS Agroteknologi juga terjadi dalam koordinasi antar PS-PS pendukungnya dan bahkan antar PS itu sendiri, sehingga mahasiswa kesulitan dalam menghubungkan antar substansi-substansi dalam matakuliah yang telah diterimanya. Walaupun demikian, secara umum mahasiswa yang memilih minat ilmu tanah cukup baik motivasinya untuk maju dan lebih baik, sehingga kalau tidak dikelola dengan baik bisa berdampak pada buruk atau tidak dikehendaki. Permasalahan ini jika terus berlanjut dan tidak diatasi dengan segera dapat berpengaruh pada minat pada ilmu tanah (Fakultas Pertanian secara umum) yang tambah menurun, bahkan lebih jauh berdampak pada SDM bidang pertanian yang terus menurun.

Oleh karena itu, untuk mengatasi beberapa permasalahan dalam memenuhi kompetensi lulusan PS Agroteknologi minat Ilmu Tanah perlu peningkatan pembekalan kompetensi atau keahlian lapangan (kombinasi antara kognitif, avektif dan psikomotorik). Proses pembelajaran langsung di lapangan membutuhkan waktu yang banyak dan mahal; karena keragaman permasalahan ilmu tanah sangat beragam berdasarkan bahan induk, reliaef, iklim, organisme dan waktu (umur) pembentukan tanah. Selain itu, penerapan sistem pembelajaran yang gencar disosialisasikan di Universitas Jember yaitu Student Centered Learning (SCL) sangat sulit diimplementasikan, karena akademik atmosfer, khususnya media-media atau sumber-sumber pembelajaran yang ada sangat kurang; sehingga perlu diadakan baik jumlah maupun kualitasnya.

Semoga Bermanfaat......

Sabtu, 29 Oktober 2011

Penerapan Sistem Pertanian Berkelanjutan


Penerapan Sistem Pertanian Berkelanjutan

Pengelolaan tanah secara berkelanjutan atau Sustainable Soil Management (SSM) harus menggunakan pendekatan multidisiplin dan tidak boleh terbatas hanya pada bidang ilmu tanah (pertanian) saja

Berdasarkan Steiner (1996) ada tiga (3) aspek sistem pengelolaan tanah secara berkelanjutan yang selanjutnya kita sebut sebagai 3 pilar:
Aspek Bio-fisik: Pengelolaan tanah berkelanjutan harus memelihara dan meningkatkan kondisi fisik dan biologi tanah untuk produksi tanaman dan keragaman hayati (biodiversity).
Aspek Sosial-budaya: Pengelolaan tanah berkelanjutan harus cocok atau sesuai dengan kebutuhan manusia baik secara sosial dan budaya pada tingkatan nasional dan regional.
Aspek Ekonomi: Pengelolaan tanah berkelanjutan harus mencakup semua biaya penggunaan lahan.

Praktikum Penerapan Sistem Pertanian Berkelanjutan, mahasiswa PS Agroteknologi Universitas Jember dilakukan pada penerapan usahatani padi organik di Sumberjambe Rowosari dan di lahan bergunung/miring Sukma Elang.
Dalam kegiatan tersebut mahasiswa akan menilai usahatani tersebut sudah memenuhi 3 pilar pertanian berkelanjutan atau belum. Jika belum solusi apa yang bisa diberikan sehingga tanpa merubah system yang telah diterapkan oleh petani tersebut, akan tetapi memenuhi 3 pilar tersebut.
 Lokasi praktikum usahatani produksi beras organik dan sumber air langsung dari sumber air di atasnya (Gunung)
Bersama dengan 3 pelaku usaha (petani) di depan rumahnya

Senin, 25 Juli 2011

Enaknya Belajar Di Lapangan

Enaknya Belajar Di Lapangan


Salah satu bekal pengetahuan dan pengalaman yang diberikan kepada mahasiswa agroteknologi Unej adalah belajar langsung di Lapangan atau di institusi tertentu atau di luar kampus. Dalam pelajaran tersebut mahasiswa mulai berinteraksi langsung dengan permasalahan-permasalahan yang ada di luar kampus. Diharapkan dalam interaksi tersebut mahasiswa dapat menghubungkan antara teori dan praktek di kampus dengan permasalahan di luar kampus. Selain itu, mahasiswa juga dapat melatih kepekaan terhadap permasalahan, sehingga terbuka salah satu sifat dasar manusia untuk selalu berbuat kebaikan.
PS Agroteknologi, .................. ada kekuatan teknologi dalam PS ini, yaitu pandangan yang selalu optimis dan dengan kreativitasnya berupaya untuk selalu memecahkan permasalahan-permasalahan yang di hadapi atau di sekitarnya. Itu yang kita tunggu-tunggu ............................................
ditunggu untuk kemakmuran ibu pertiwi

Selasa, 07 Juni 2011

Nasehat Diri

Pemimpin 
Pemimpin berdasarkan Ki Hajar Dewantoro adalah Ing Ngarso Sung Tulodo, ing madyo mbangun kerso, tut wuri handayani. Sangat ideal sekali
Akan tetapi dengan berbagai hal yang saya alami, saya punya penjabarannya sebagai berikut:
Nasehat diri untuk jadi pemimpin.
Pemimpin apapun, khususnya sebagai peminpin rumah tangga.
Pemimpin pada dasarnya adalah orang yang senang membantu, bukan dibantu atau minta bantuan.
Anak yang susah mengerjakan PR maka saya harus bisa membantu, dengan cara membuatnya mengerti akan kesulitannya sehingga dapat mengatasinya. Anak yang kekurangan biaya atau uang saku untuk kegiatan untuk yang memajukan dirinya, maka saya harus mencarikan dan membantu memberi tambahan uang saku. Anak yang tidak kuat menahan beban, atau anak yang belum bisa jalan, maka saya harus membantu atau meringankan bebannya sehingga lebih kuat.
Oleh karena itu saya kalau ingin jadi pemimpin harus pandai supaya bisa memberikan ilmu; saya harus kaya supaya saya bisa membantu dalam finansial; saya harus kuat supaya bisa meringankan beban fisik yang kita bantu.
Akan tetapi ini, semua makna di atas, bukan berarti sombong. Semoga saya dijauhkan dari sifat sombong.

Minggu, 22 Mei 2011

Field Trip

Field Trip untuk Softskill dan Psikomotorik
Salah satu kegiatan PS Ilmu Tanah dalam membekali mahasiswanya sehingga dicapai kompetensi lulusan seperti yang diharapkan adalah dilakukan Field Trip. Dalam kegiatan ini mahasiswa bersama dengan teknisi lab dan dosen bersama-sama belajar dan diskusi tentang kondisi tanah, khususnya di Jawa Timur. Berbagai aspek yang dipelajari dalam kegiatan tersebut, yang diharapkan dapat mendungkung MK (teori dan praktikum) yang telah diberikan. Kekuatan output yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah dari aspek softskill (kerjasama, kepemimpinan, kreativitas, dan motivasi) dan psikomotorik (mencandra profil tanah, tekstur tanah, kelerengan, ketinggian, dsb).

Tahun 2011 semester genap, Field Trip dilakukan di lereng Bromo dan Tengger. Secara substansial kegiatan dan hasil kegiatan diserahkan ke dosen pembimbing masing-masing. Berikut adalah beberapa dokumentasi kegiatan yang semoga dapat melengkapi tujuan pokoknya.

Di desa Sukapura, Probolinggo; hawa sudah terasa dingin karena ketinggia sekitar 700 mdpl. Tempat belajar ini merupakan lereng tengah G. Bromo.


Dari desa Sukapura tersebut, turun tidak lama, membandingkan kondisi lahan dan tanahnya; khususnya pada lokasi penambangan padas untuk bahan bangunan.
Setelah didiskusikan pada bagian lereng tengah, diteruskan ke dataran aluvial di desa Raci. Tanah di desa ini sudah banyak digunakan persawahan, sehingga proses pedogenesis berjalan intensif. Dalam profil tanah sudah ada epipedon vertik.
Akhir kegiatan dilakukan di desa Pesisir Probolinggo untuk melihak kondisi lahan dan tanah di Mangrove. Disini didiskusikan proses marin, aluvial dan fluvial.
Semoga bermanfaat

Sabtu, 23 April 2011

Kesuburan Tanah dan Pemupukan

Dalam RPP MK Kesuburan Tanah dan Pemupukan ingin membekali sebagian lulusan Agroteknologi  
dapat menganalisis dan menjelaskan status kesuburan tanah dan tindakan mempertahankan/meningkatkan kesuburan melalui pemupukan
Oleh karena itu,  media ini dapat digunakan sebagai media komunikasi dan apa yang akan, sedang, dan telah dilakukan secara terbuka. Dengan harapan kalau ada pihak-pihak menaruh perhatian dan memberikan saran perbaikan dapat dilakukan dengan mudah. Selain itu, dengan tidak berlebihan, apabila ada hal-hal baik dalam media ini dapat digunakan atau menjadi inspirasi untuk kegiatan lainnya.
Diawali oleh 3 kelompok yang mendiskusikan tentang pupuk, petani, dan tanah dilihat secara umum dan disajikan secara sederhana sehingga mudah dipelajari dan diingat.
Berdasarkan gambaran tersebut di atas, diambil sebagian kecil untuk dibuat lebih spesifik. Hasilnya sebagai berikut.
Hasil analisis data oleh Lazuardi Cahya A dan Oky Yulianto Saputra (asisten Protan II) pada produksi, kualitas, serapan hara NPK, dan neraca hara tanaman sawi yang ditanam dalam kegiatan praktikum Protan II di lahan TeknoPark FP Universitas Jember adalah sebagai berikut (pembahasan tidak disajikan):
Hasil analisis data oleh Andika Septa SBH dan Whanda Destyan (asisten Protan II) pada produksi, kualitas, serapan hara NPK, dan neraca hara tanaman kailan yang ditanam dalam kegiatan praktikum Protan II di lahan TeknoPark FP Universitas Jember adalah sebagai berikut (pembahasan tidak disajikan):
Hasil analisis data oleh Grece Theresya Selvi Asmuruf dan Ristika Wulandari (asisten Protan II) pada produksi, kualitas, serapan hara NPK, dan neraca hara tanaman kankung yang ditanam dalam kegiatan praktikum Protan II di lahan TeknoPark FP Universitas Jember adalah sebagai berikut (pembahasan tidak disajikan):
Semoga bermanfaat